Cara Menertibkan Anak yang Suka Ribut di Kelas

Diposting pada
Suasana gaduh dan berisik kerap kali menghiasi kelas. Terutama pada anak-anak sekolah dasar yang masih suka dengan yang namanya main. Walaupun tidak terkecuali dengan anak-anak di jenjang lain. Dan cara untuk menanggulangi anak yang suka ribut di kelas ternyata ada tips’nya loh! 
Cara menertibkan Anak yang Suka Ribut di Kelas
Kenapa anak sekolah masih suka ribut di kelas?
Ada beberapa alasan, antara lain?
Jam pelajaran kosong
Kalau ini sudah menjadi tradisi di hampir setiap sekolah. Jam kosong dijadikan waktu yang tepat untuk mengeluarkan “ekspresi” anak sekolah. Pada tahap anak sekolah SD, biasanya mereka main lempar-lemparan entah itu kapur tulis sampai celana mereka.
Cara menertibkan Anak yang Suka Ribut di Kelas
Sedangkan untuk anak yang lebih gede lagi biasanya ngerumpi. Maklum bisanya anak seusia mereka suka ngomongin orang lain (biasanya cewek), apa lagi yang masih jomblo. 
Sampeyan Jadi Guru Kurang Galak
Ada satu alasan lagi, yaitu Anda kurang galak terhadap anak didik. Walaupun banyak yang tidak setuju dengan yang namanya tindakan “galak” namun hal ini sebenarnya penting agar anak didik merasa segan terhadap kita.
Cara menertibkan Anak yang Suka Ribut di Kelas
Jadi bagaimana cara yang tepat agar anak didik kita tidak ribut di kelas?
Diambil dari beberapa sumber dan pengalaman pribadi untuk menyelesaikan masalah ini, adalah dengan cara:
  1. Minta mereka menyimpan mainan yang tak berhubungan dengan materi pembelajaran di dalam tas. Lalu, minta mereka menyiapkan buku pelajaran.
  2. Pada awal pembelajaran, berikanlah games menarik kepada anak didik. Misalnya : bertepuk tangan, tebak-tebakan, bernyanyi bersama, bercerita, kuis berhadiah dll.
  3. Buatlah materi pembelajaran yang menarik bagi anak. Buatlah suasana yang menggembirakan siswa saat menerima pelajaran. Jangan tegang saat mengajar. Gunakan intonasi suara yang menarik perhatian.
  4. Selipkan humor dikala mengajar. Dapat pula permainan tepuk, halo hai, dongeng, sulap dan lain sebagainya.
  5. Jika siswa masih saja ribut maka cobalah perhatikan apa yang sedang mereka bicarakan. Lalu, masuklah dalam pembicaraan itu. Namun, sebentar saja.
  6. Lalu, hubungkan apa yang siswa perbincangkan dengan materi yang anda ajarkan kepada mereka.
  7. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak). Misalnya : jika ‘Andi’ memperhatikan pelajaran berhitung ini maka ‘Andi’ dapat berjualan sendiri di toko milik ibu Andi”.
  8. Sering-sering-lah mengatakan bahwa ‘Andi’ adalah anak yang tenang, cerdas, dan rajin.
  9. Hindari kata-kata JANGAN. Misalnya : jangan ribut, jangan nakal, jangan bertengkar. Yang mereka lakukan malah sebaliknya. Gunakan-lah kata-kata lain yang maksudnya sama, misalnya : “bapak/ibu lebih senang jika ‘Andi’ tenang” atau “Anak yang baik/soleh adalah anak yang tenang di dalam kelas”.
  10. Beri pujian dan hadiah kepada anak yang tenang. Secara tidak langsung anak lain yang ribut juga akan tenang karena ingin mendapat hadiah.
  11. Hindari mengendalikan kelas dengan cara marah-marah, membentak murid, memukul papan tulis dan berteriak. Itu semua hanya menimbulkan ketegangan dan ketakutan yang tidak baik untuk suasana belajar.
  12. Evaluasi hal-hal berikut ini : metode yang digunakan tidak tepat, materi yang terlalu sulit, komunikasi yang cenderung monoton, tidak menginspirasi, atau karena guru tak menggunakan media pembelajaran yang sesuai.
  13. Berikan konsekuensi atas sebuah kesalahan. Misalnya jika ada anak yang ribut maka minta mereka menghafal pelajaran sambil berdiri di depan kelas. Beri hukuman yang mendidik. Jangan hukum mereka secara fisik.

Incoming search terms:

  • rpph paud anak berkebutuhan khusu
  • pentingkah media pembelajaran untuk paud
  • media pembelajaran kimia yang menarik
  • download rpph tk anak berkebutuhan khusu
  • CPNTPH RPPI TUNANETRA UNTUK ANAK PAUD
  • contoh silabus pembelajaran matematika untuk anak usia dini guru
  • contoh rppi tunadaksa paud
  • contoh rppi tuna netra paud
  • contoh rpph untuk anak disleksia
  • contoh media pembelajaran anak usia dini ppt

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *